Renungan Malam – 25 Januari 2026
Tema: Belajar Melepaskan dan Mempercayakan
Shalom Aleichem B’Shem HaMashiach,
Selamat malam dalam damai Kristus.
Firman Tuhan
“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”
— Mazmur 55:23
Perjalanan Hati di Penghujung Hari
Ketika malam tiba, suasana menjadi sunyi. Di saat inilah pikiran sering berbicara paling keras. Hal-hal yang siang hari bisa kita tutupi oleh aktivitas, malam hari muncul kembali: kekecewaan, rencana yang belum tercapai, harapan yang tertunda, dan doa yang terasa belum dijawab.
Tuhan tahu bahwa manusia lemah. Karena itu Firman-Nya tidak berkata, “Pikirkan terus kekhawatiranmu,” melainkan “Serahkanlah.” Menyerahkan berarti meletakkan sesuatu yang berat ke tangan yang lebih kuat dari tangan kita sendiri.
Banyak orang tampak kuat di siang hari, tetapi menangis diam-diam di malam hari. Namun kabar baiknya: Tuhan tidak pernah tidur. Saat mata kita terpejam, tangan-Nya tetap bekerja. Saat kita tidak sanggup lagi berpikir, Dia tetap menopang hidup kita.
Belajar Percaya di Saat Tidak Mengerti
Tidak semua doa langsung dijawab. Tidak semua proses terasa adil. Ada masa di mana kita sudah berdoa, berusaha, bahkan berkorban—namun hasilnya belum terlihat. Di titik inilah iman diuji:
apakah kita percaya Tuhan hanya saat semuanya berjalan baik, atau juga saat segalanya terasa menggantung?
Percaya kepada Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan hidup dengan keyakinan bahwa masalah tidak pernah lebih besar dari kasih-Nya.
Penghiburan untuk Hati yang Lelah
Jika hari ini engkau:
-
merasa sendirian → Tuhan dekat
-
merasa gagal → Tuhan belum selesai
-
merasa tertunda → Tuhan sedang menyiapkan
-
merasa lelah → Tuhan memberi perhentian
Yesus sendiri berkata:
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
— Matius 11:28
Malam ini, jangan bawa beban itu ke tempat tidurmu. Biarlah Tuhan yang menjaganya.
Refleksi Pribadi
Renungkan dengan jujur di hadapan Tuhan:
-
Hal apa yang paling menguras pikiran dan perasaanmu hari ini?
-
Apakah engkau benar-benar sudah menyerahkannya kepada Tuhan, atau masih mencoba mengendalikannya sendiri?
-
Apa satu hal kecil hari ini yang patut kau syukuri?
Doa Malam
Tuhan Yesus yang setia,
terima kasih untuk hari yang Engkau izinkan kami jalani.
Kami datang dengan hati yang mungkin lelah, pikiran yang penuh, dan perasaan yang campur aduk.
Malam ini kami memilih untuk menyerahkan semua kekhawatiran kami kepada-Mu—
tentang masa depan, studi, pelayanan, pekerjaan, relasi, dan segala hal yang belum kami mengerti.
Tenangkan hati kami, pulihkan jiwa kami,
dan ajari kami percaya sepenuhnya kepada-Mu.
Biarlah kami beristirahat dalam damai-Mu,
dan bangun esok hari dengan iman yang diperbarui.
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.
🌙 Selamat beristirahat.
Kiranya damai sejahtera Kristus menjaga hatimu malam ini dan memberi kekuatan baru untuk hari esok.


Posting Komentar