RENUNGAN HARIAN - KEJADIAN 1 : 1 - 2


Renungan Harian – Kejadian 1:1–2

Allah yang Mencipta dari Kekosongan

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”
(Kejadian 1:1–2)

Renungan
Kejadian 1:1–2 membuka seluruh Alkitab dengan pernyataan iman yang sangat kuat: Allah adalah awal dari segala sesuatu. Sebelum ada waktu, ruang, dan materi, Allah sudah ada dan berdaulat penuh. Tidak ada kebetulan, tidak ada kekacauan yang berada di luar kendali-Nya.

Ayat 2 menggambarkan keadaan bumi yang belum berbentuk dan kosong, gelap, dan tidak teratur. Namun yang menarik, di tengah kekosongan dan kegelapan itu, Roh Allah melayang-layang. Artinya, kekacauan bukan akhir cerita. Kehadiran Roh Allah justru menjadi tanda bahwa Allah sedang bekerja, mempersiapkan ciptaan-Nya menuju keteraturan, kehidupan, dan keindahan.

Sering kali hidup kita pun terasa seperti ayat 2: kosong, gelap, dan tidak menentu. Mungkin rencana belum terbentuk, masa depan terasa kabur, atau hati dipenuhi kelelahan. Namun firman ini mengingatkan kita: Tuhan tidak pernah meninggalkan kekosongan tanpa tujuan. Di saat kita belum melihat bentuknya, Roh Allah tetap bekerja.

Sebagai seorang pendidik dan pelayan, ini juga menjadi penguatan bahwa proses selalu mendahului hasil. Allah tidak langsung menciptakan dunia dalam keadaan sempurna, tetapi melalui tahap demi tahap. Demikian pula Tuhan sedang membentuk hidup kita, pelayanan kita, dan masa depan kita—meski sekarang belum tampak jelas.

Refleksi Pribadi

  • Apakah ada bagian hidupku yang terasa “kosong dan gelap” saat ini?

  • Sudahkah aku percaya bahwa Roh Allah sedang bekerja, meski aku belum melihat hasilnya?

  • Apakah aku sabar menjalani proses pembentukan Tuhan?

Doa
Tuhan Allah, Engkau adalah awal dari segala sesuatu. Saat hidupku terasa kosong dan tidak teratur, ajarku untuk tetap percaya bahwa Roh-Mu sedang bekerja. Bentuklah hidupku sesuai kehendak-Mu dan pakailah aku menjadi alat kemuliaan-Mu. Amin.

Penutup
Jika Tuhan sanggup menciptakan langit dan bumi dari kekosongan, Ia juga sanggup membentuk hidup kita dari keadaan apa pun. Percayalah pada proses-Nya—Tuhan belum selesai bekerja.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama