Renungan Harian – Kejadian 12–15
Tema: Iman yang Melangkah, Allah yang Setia
Kejadian 12 menandai panggilan besar Allah kepada Abram. Tanpa peta yang jelas dan tanpa kepastian manusiawi, Abram diminta meninggalkan negeri, sanak saudara, dan zona nyamannya. Yang ia miliki hanyalah janji Allah. Dan Abram taat. Di sinilah iman sejati dimulai: melangkah bukan karena melihat, tetapi karena percaya.
Dalam Kejadian 13–14, iman Abram diuji. Ia rela mengalah kepada Lot, memilih damai daripada hak. Ketika Lot tertawan, Abram tidak tinggal diam—ia bertindak dengan kasih dan keberanian. Iman yang benar bukan pasif, tetapi nyata dalam tindakan.
Kejadian 15 membawa kita pada momen yang sangat dalam: Allah mengikat perjanjian dengan Abram. Abram bergumul dengan janji keturunan yang belum terwujud, namun Allah meneguhkan firman-Nya.
“Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” (Kej. 15:6)
Di sini kita belajar bahwa keselamatan dan pembenaran bukan karena usaha manusia, melainkan karena iman kepada Allah yang setia.
Refleksi Pribadi:
-
Apakah aku berani melangkah ketika Tuhan memanggil, meski belum melihat hasilnya?
-
Apakah aku memilih damai dan kasih seperti Abram, atau mempertahankan ego?
-
Apakah aku percaya janji Tuhan meski waktu-Nya terasa lama?
Pelajaran Iman:
-
Iman sejati dimulai dengan ketaatan.
-
Allah setia pada janji-Nya, meski manusia lemah.
-
Tuhan tidak menuntut kita mengerti segalanya, hanya percaya dan taat.
Doa:
Tuhan, ajar aku memiliki iman seperti Abram—iman yang berani melangkah, sabar menanti, dan setia berharap. Kuatkan aku untuk percaya pada janji-Mu, sekalipun belum terlihat. Amin.
“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (2 Korintus 5:7)

Posting Komentar