RENUNGAN HARIAN - KEJADIAN 6 - 9


Renungan Harian – Kejadian 6–9

Tema: Ketaatan yang Menyelamatkan dan Allah yang Setia pada Perjanjian-Nya

Kejadian 6
Dunia digambarkan penuh dengan kejahatan dan kerusakan moral. Hati manusia terus-menerus membuahkan kejahatan, sehingga Tuhan berdukacita. Namun di tengah generasi yang rusak itu, ada satu kalimat yang sangat kuat: “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.”
👉 Pelajaran penting: hidup benar bukan soal mayoritas, tetapi kesetiaan. Sekalipun lingkungan rusak, Allah tetap mencari hati yang taat.

Kejadian 7
Air bah datang tepat seperti yang Tuhan firmankan. Nuh masuk ke dalam bahtera bukan karena logika manusia, tetapi karena iman dan ketaatan. Allah sendiri yang menutup pintu bahtera.
👉 Ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah inisiatif Allah. Tugas manusia adalah taat, bukan berdebat.

Kejadian 8
Setelah masa penghukuman, Tuhan mengingat Nuh. Air surut, bumi dipulihkan, dan kehidupan dimulai kembali. Hal pertama yang Nuh lakukan setelah keluar dari bahtera adalah membangun mezbah dan menyembah Tuhan.
👉 Dalam hidup, setelah badai berlalu, jangan lupa bersyukur dan menyembah. Pemulihan sejati dimulai dari hubungan yang benar dengan Allah.

Kejadian 9
Allah mengikat perjanjian dengan Nuh dan seluruh makhluk hidup. Tanda perjanjian itu adalah pelangi—simbol kesetiaan dan janji Allah bahwa Ia tidak akan membinasakan bumi dengan air bah lagi.
👉 Pelangi mengajarkan bahwa kasih karunia selalu lebih besar dari penghukuman. Allah setia, bahkan ketika manusia sering gagal.

Refleksi Pribadi

  • Apakah aku hidup benar di tengah dunia yang semakin rusak?

  • Apakah aku tetap taat meski tidak dipahami banyak orang?

  • Apakah aku mengingat kesetiaan Tuhan setelah badai hidup berlalu?

Penutup
Kisah Nuh bukan hanya tentang air bah, tetapi tentang iman, ketaatan, dan Allah yang setia pada janji-Nya. Di tengah dunia yang penuh tantangan moral dan spiritual, Tuhan tetap mencari “Nuh-Nuh” di zaman ini—orang-orang yang hidup benar, taat, dan setia.

“Orang benar akan hidup oleh imannya.” (Habakuk 2:4)

Kiranya renungan ini menguatkan langkah iman kita hari ini. 🙏

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama